Friday, August 8, 2014

SOAL-SOAL

1.       Setoran yang dilakukan pada tanggal 31 Juli sebesar Rp 300.0000; ternyata belum dibukukan oleh Bank.

2.      Cek no. 425 yang dibayarkan kepada Toko Sedane sebesar Rp 500.000; belum diuangkan.


3.      Sebuah cek yang diterima dari seorang debitur sebesar Rp 354.500; ternyata ditolak oleh Bank karena tidak cukup dana.

4.      Setoran uang kepada Bank sebesar Rp 400.000,- pada tanggal 30 Agustus, ternyata belum dibukukan oleh Bank.


5.      Sebuah cek yang diterima dari PT. Merapi sebesar Rp 525.000,- dan langsung disetor ke Bank, ternyata oleh perusahaan dicatat Rp 225.000,-.

6.      Pengambilan uang oleh perusahaan sebesar Rp 125.000,- untuk mengisi kas kecil, ternyata oleh bank dicatat Rp 215.000,-

Perbedaan Saldo Kas dan Saldo Bank

Faktor-faktor yang Menyebabkan pada umumnya, perbedaan antara saldo kas menurut catatan perusahaan dan catatan bank disebabkan oleh 2 (dua) faktor, yaitu :

a. Perbedaan Waktu Pengakuan

• Adanya setoran dalam perjalanan (deposit intransit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan, tetapi pihak bank belum menerima, atau belum mengkredit rekening perusahaan. Akibatnya, saldo kas menurut bank terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar.

• Cek yang belum diuangkan (outstanding check), yaitu cek yang dikeluarkan oleh perusahaan sebagai tanda pembayaran kepada pihak lain, tetapi pihak penerima belum menguangkan cek tersebut ke bank. Akibatnya bank belum mengetahui adanya pengeluaran oleh perusahaan, sedang perusahaan sudah mencatat adanya pengeluaran. Akibatnya saldo kas menurut bank terlalu besar dibandingkan dengan saldo kas yang benar.

• Tagihan piutang perusahaan yang dilakukan oleh bank (bank collections) tetapi pihak perusahaan belum menerima memo kredit dari bank. Akibatnya saldo kas menurut perusahaan terlalu rendah dibanding saldo kas yang benar.

• Biaya bank (bank charge)yang telah didebitkan ke rekening perusahaan di bank, tetapi perusahaan belum menerima surat pemberitahuan dari bank. Akibatnya, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang benar.

• Adanya cek kosong atau dana kurang, yaitu cek yang diterima oleh perusahaan dari langganannya sebagai penerimaan kas, tetapi setelah disetorkan ke bank ternyata cek tersebut tidak ada dananya atau kurang. Karena perusahaan telah mencatat cek tersebut sebagai penerimaan, saldo kas menurut perusahaan terlalu besar dibanding saldo kas yang benar.
b. Kesalahan Pencatatan oleh Bank atau oleh Perusahaan
Kesalahan pencatatan yang terjadi pada bank atau pada perusahaan. Akibat yang terjadi karenakesalahan ini berbeda-beda tergantung pada jenis kesalahan yang ada.
Namun ada beberapa faktor yang menyebabkan perbedaan antara saldo menurut Laporan Bank (Rekening Koran) dengan saldo menurut Buku Kas perusahaan, antara lain :

1.     Bank belum mencatat transaksi tertentu :

     a.      Setoran dalam perjalanan (deposit in transit)
    Perusahaan telah mencatat setoran ke bank, tetapi bank belum mencatatnya
     sehingga tidak tercantum dalam Laporan Bank,
    b.      Cek dalam peredaran (out standing checks)
    Cek yang ditarik dan telah dibukukan oleh perusahaan, tetapi bank belum
     mencatatnya karena pemegang cek belum menguangkan ke bank,

2.     Perusahaan belum mencatat transaksi tertentu :

    a.      Penerimaan kas melalui bank (inkaso)
   Bank melakukan penerimaan kas (misalnya dari piutang/wesel tagih) untuk dibukukan
   ke
dalam rekening giro perusahaan,
   b.      Biaya administrasi bank
     Biaya-biaya yang dibebankan oleh bank kepada perusahaan,
   c.       Pendapatan bunga atau jasa giro
     Bunga yang diberikan bank kepada perusahaan atas saldo rekeningnya,
   d.      Cek kosong dari konsumen atau debitur (cek yang tidak cukup dananya)
    Cek yang diterima perusahaan kemudian disetorkan bersama-sama dengan uang
     tunai ke bank, akan tetapi dikembalikan bank karena tidak cukup dana
    (not sufficient fund),
   e.      Cek yang dikembalikan kepada penyetor dengan alasan lain
         Cek yang dikembalikan dengan alasan-alasan :
(1) rekening penarik cek telah ditutup,
(2) cek telah daluarsa,
(3) tandatangan yang tercantum pada cek tidak sah,
(4) terdapat kesalahan dalam penulisan cek. 

3.      Bank atau Perusahaan atau kedua-duanya telah melakukan kesalahan pencatatan
 
Tahap-tahap penyusunan rekonsiliasi bank adalah sebagai berikut :

1.    Mulailah dengan saldo yang tercantum dalam laporan bank dan saldo yang
  tercantum dalam rekening Kas perusahaan yang mungkin tidak sama
  jumlahnya,


2.    Tambahkan atau kurangkan pada saldo per bank, hal-hal yang tercantum dalam pembukuan perusahaan tetapi tidak tercantum dalam laporan bank :
a.       Tambahkan setoran dalam perjalanan pada saldo per bank
b.      Kurangkan cek dalam peredaran pada saldo per bank

3. Tambahkan atau kurangkan pada saldo per buku, hal-hal yang tercantum dalam laporan bank  tetapi tidak tercatat dalam pembukuan perusahaan :
a.       Tambahkan pada saldo per buku (1) penerimaan-penerimaan kas langsung melalui
       bank dan (2) pendapatan bunga atas saldo giro di bank,
b.      Kurangkan pada saldo per buku (1) biaya administrasi bank, (2) biaya pencetakan
      cek, dan (3) pengurangan yang telah dilakukan oleh bank lainnya (misalnya
      pengurangan karena adanya pengembalian cek kosong atau cek yang telah lewat
      waktu)
 
4. Hitunglah saldo per bank yang telah disesuaikan dan saldo per buku yang telah disesuaikan.   Kedua saldo tersebut harus sama,
 
5.  Buatlah jurnal untuk setiap hal yang tercantum pada butir 3 di atas, yaitu hal-hal yang tercantum pada sisi per buku (perusahaan) dalam rekonsiliasi bank,

      6.Perbaiki semua kesalahan yang terdapat dalam pembukuan perusahaan, dan sampaikan pemberitahuan ke bank jika bank telah melakukan kesalahan.